Tentang Kita

Oke, sekarang aku setuju. Definisi kata “komunikasi” bagi kita itu majemuk sekali.

Komunikasi nggak melulu harus bertemu, bertatap muka satu sama lain, atau menghabiskan senja ditepi danau misalnya. Tapi komunikasi bagi kita bisa diwakilkan oleh ujung jari berupa tulisan, maupun sekedar like foto aku atau kamu di sosial media.

Kamu percaya nggak, saat aku posting foto yang aku sisipkan beberapa caption tentang kamu, dan sesaat setelah itu kamu kasih tanda like, bibirku langsung mengembang.

Yaa, aku tersenyum. Bahagia.

Walaupun kita beberapa hari tidak memberi kabar, tapi bagiku itu adalah caramu untuk tetap menjaga komunikasi.

Kita sadar, perkenalan ini belumlah lama, setahun juga belum. Bertemu pun baru dua kali. Tapi disini aku merasakan bahwa ada keseriusan dihati kamu. Walau terkadang ribuan ragu sempat bergelayut dikepalaku.

Ada satu kalimat bijak yang selalu kuingat:

“Bahwa cinta yang dewasa adalah cinta yang saling mendoa walau raga tak bersua, walau terkadang hanya suara pengantar senja”

Kamu pernah dengar “Ruang Sendiri-nya” Tulus?

Liriknya begini:

“Jangan ada terus ~ Biar aku tau ~ Seberapa ku butuh kamu ~ Percayalah rindu ini baik untuk kita”

Ternyata Tulus benar, komunikasi yang terlalu sering bisa mengakibatkan kebosanan. Kita jadi tak ada waktu untuk sendiri, tak lagi tau bagaimana rasanya sepi. Dan aku percaya, bahwa rindu adalah pengikat rasa-rasa kita agar selalu kuat walau raga tak bersama.

#Omayie, 29november2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s