Dear God

” Dear God, the only think I ask of you,

is to hold her when I’m not around, 

when I’m much too far a way”

Suara metal M. Shadow beradu dengan deburan ombak yang menyapa kaki telanjang Galih sore itu. Ratna yang duduk disebelahnya menatap lurus pada ujung laut yang tengah berselimut  jingga didepan sana.

Sore itu, pantai tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pasang muda-mudi yang sama seperti mereka, menghabiskan senja berdua. Dengan berbagi earphone mereka asyik menikmati matahari yang sudah sampai di kaki langit.

“Lih, nanti kalau udah di Jogja sering telpon aku ya”, ucap Ratna manja.

“Bukannya kamu yang selalu lupa untuk ngabarin aku?” timpal Galih santai sambil menyeruput es kelapa muda ditangannya.

“Ya, sekarang kan beda Lih, kita udah nggak di kota yang sama lagi, kamu pasti akan disibukkan dengan kerjaan kamu yang baru disana, dan mungkin aja kamu akan lupa sama aku”, sungut Ratna sambil memainkan ombak yang menari-nari dikakinya.

“That will not happen Tuan puteri, aku akan kembali”, sahut Galih sambil menautkan jemari mereka lebih erat.

Angin sore itu terasa menyesakkan bagi Ratna, karena sebentar lagi pangeran tampannya akan pergi ditugaskan ke Jogja. Perusahaan tempat Galih bekerja baru membuka cabang kelimanya, dan Galih dipercayakan menjadi kepala cabang disana.

“Janji kelingking” ucap Ratna sambil mengarahkan kelingking mungilnya pada Galih.

“Iyaa”, Galih tersenyum sambil menautkan jari kelingkingnya pada Ratna.

Angin pantai sore itu berhembus lembut, bertolak belakang dengan perasaan mereka yang ketar-ketir seperti layar perahu ditiup angin.


“Sayang, ayook. Ken udah nggak sabar tuh main pasir sama kamu” Siena merangkul suaminya dari belakang.

“Iya, ini aku juga baru mau nyusul” Galih sedikit kaget, lamunannya pada kejadian 8 tahun silam dibuyarkan oleh Siena yang datang tiba-tiba.

Suara metal M. Shadow yang dia setel dari Ipod kesayangannya, mengantarkan Galih pada kenangan tentang Ratna. Perempuan yang dengan terpaksa ia tinggalkan, karena pesan almarhum Ibu untuk menjaga dan membahagiakan Siena. Galih gamang, pilihan yang sulit antara membahagiakan Ibu atau bahagia bersama Ratna.

Sambil merangkul istrinya erat, Galih pun beranjak kearah Ken, bocah kecil hasil pernikahan mereka 5 tahun yang lalu.

Langit sore itu tampak cerah, ombak bergulung dengan lembut disertai nyiur yang menari-nari dengan riang.

Perlahan, lantunan Aku harus pergi-nya Ari Lasso mengalun lembut terbawa angin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s